Rabu, 22 Mei 2019

CARA MERAWAT BAJA RINGAN PADA BAGIAN RUMAH



BAJA RINGAN sekarang ini menjadi pilihan yang mulai dibidik dalam membuat bangunan rumah huni bagi sebagian orang. Hal ini terjadi seiring kayu yang harganya merangkak naik dan juga keawetan baja ringan yang masih bisa disandingkan dengan kayu. Bahkan adakalanya bukan saja bentuk kayu atau kaso sebagai mbahan penopang bagian atas-atap rumah yang digantikan oleh baja ringan ini, melainkan juga beberapa tulang dindingnya.

Namun begitu, sebagaimana kayu, awet dan tidaknya material baja ringan tetap juga kembali pada perawatan, salah satunya adalah terjadinya karat atau korosi. Karena meskipun sudah dilapis engan menggunakan zat anti-karat, tak lantas ia menjadi langsung terbebas dari korosi.  Oleh karenanya kita musti paham tentang hal-hal yang mampu mengakibatkan terjadinya karat pada baja ringan.

Korosi merupakan masalah utama yang menyerang material logam, termasuk baja ringan. Meski beberapa produsen mengecap produknya anti karat, namun tidak sepenuhnya demikian.
Mereka hanya melapisinya dengan zat anti karat. Jika lapisan tersebut terganggu, maka bisa dipastikan karat akan muncul dan menyebar ke seluruh permukaan baja ringan.

Padahal, penggunaan baja ringan mulai naik daun. Mulai dari material pengganti kayu untuk rangka atap, hingga digunakan sebagai konstruksi rangka bangunan menggantikan beton. Mengenai kekuatannya, baja ringan tak bisa dipandang sebelah mata.
Jika kayu mudah lapuk, mudah dimakan rayap, juga mudah terbakar oleh api, baja ringan tidak demikian. Selain itu, baja ringan juga kuat menahan tekanan sampai 240 – 370 Mpa, sedangkan beton cuma mampu menahan tekanan hingga 100 Mpa.

Lantas, bagaimana membuat baja ringan agar tidak korosi?

Sebenarnya, kita hanya tinggal melindungi lapisan anti karat tersebut agar tidak terkelupas, misalnya tergores. Jika terjadi hal seperti itu, sebaiknya lapisi ulang dengan cat.
Hal lain yang perlu dihindari dari baja ringan adalah air semen dan cairan asam. Selain cat, zat lain yang digunakan untuk melapisi baja ringan adalah zinc. Cairan semen mampu merusak zinc pada logam.Sedangkan asam, sangat reaktif terhadap berbagai logam. 

Baja ringan bukan material untuk eksterior, jadi tidak diperkenankan terekspos udara luar.
Terus–menerus terkena hujan dan panas akan mengurangi khasiat anti karat pada material tersebut.
Kendati memakan waktu rada lama, namun tetap saja, itu sangat tidak dianjurkan.
Jadi, pahami pemasangan baja ringan mulai dari sekarang, dan hindari berbagai hal tersebut agar rangka baja ringan Anda lebih kuat dan tahan lebih lama.

Hal-hal yang mampu mengakibatkan terjadinya karat pada baja ringan :

Terkena Hujan dan Panas
Serupa dengan bahan bangunan lain, pengaruh cuaca, baik hujan ataupun panas menjadi hal yang tak bisa diabaikan. Apalagi jika menilik bahwa baja ringan bukanlah material yang diciptakan sebagai bahan tahan terpaan hujan dan juga pancaran panas. Artinya, cuaca yang acap berganti –dan apalagi belakangan ini sering tak menentu , maka sedikit atau banyak, cepat atau lambat, ia bisa menggerus daya tahan baja ringan, meski ia telah dilapisi dengan lapisan antikarat sekalipun. Sehingga bukan tidak mungkin proses korosi akan cepat terjadi.
Guna mencegahnya, alangkah baiknya jika baja ringan belum terpakai, diletakkan pada ruang tertutup yang terhindar dari sinar matahari dan hujan. Begitupun pada saat proses pemasangan, usahakan baja ringan tak terkena air hujan.

Tergores Alat
Hal yang penting untuk diketahuia adalah, bahwa baja ringan yang terkena goresan, secara langsung ia akan dengan cepat terpengaruh oleh oksigen. Sehingga akan dengan cepat pula terjadi proses oksidasi, yaitu antara oksigen dengan zat kimia yang ada pada bahan baja itu, hingga pada akhirnya timbullah karat.
Karena itu, jika ada kerusakan pada baja ringan akibat bekas sambungan yang terbuka atau salah potong, usahakan untuk segera melakukan pelapisan ulang, antara lain dengan memanfaatkan cat anti-karat. Sedangkan mengenai pencegahan lebih lanjut, upayakan untuk selalu berhati-hati demi mengurangi terjadinya kesalahan sehingga meminimalisir timbulnya goresan pada permukaan baja ringan.

Air Semen
Dalam pengerjaan bangunan menggunakan baja ringan memang disarankan ekstra hati-hati, pasalnya ada banyak risiko yang akan timbul ketika tak memerhatikannya. Salah satunya adalah jika baja ringan itu terkena air semen.
Karenanya, sila usahakan menjauhkan keberadaan adonan semen dari baja ringan. Ada hal yang butuh diketahui adalah, jika air semen menempel pada permukaan baja ringan, maka besar kemungkinan ia berpotensi merusak lapisan antikarat pada permukaan baja ringan. Artinya, ketika masih dalam tahap konstruksi, melindungi baja ringan dari proses pembetonan pun adukan semen adalah langkah wajib yang dilakukan. Hindari pula membuat adonan semen untuk karpus atau genteng nok langsung di atas rangka baja ringan. Membuat lapisan kedap air sebagai pembatas adalah langkah lain yang baik pula dilakukan.

Larutan Asam
Jika menyimak hal-hal di atas, maka kita dapat memberikan kesimpulan bahwa cairan ataupun larutan yang bersifat asam memiliki reaksi sangat kuat pada saat bersinggungan langsung dengan permukaan baja ringan. Itu memang benar, karena jika itu terjadi maka lapisan (coating) antikarat pada permukaan baja ringan akan mengelupas, sehingga dalam waktu tak lama ia bisa menyebabkan karat.
Oleh karenanya hindarkan baja ringan dari larutan-larutan asam, yang salah satunya bisa ditemukan pada beberapa produk pembersih lantai ataupun keramik.

Untuk informasi lebih lanjut dan info jasa pembangunan hubungi :
Tlp. 0856-9281-9898

Terimakasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KELEMAHAN MENGGUNAKAN BAJA RINGAN

Pada artikel sebelumnya saya telah memberikan beberapa penjelasan tetang keunggulan, jika kita menggunakan konstruksi atap dari baja r...