Maju dan inovatif tekhnologi
konstruksi bangunan saat ini, menghasilkan solusi terbaik kepada para pengguna
bahan konstruksi bangunan. Dibawah ini kami memapaparkan dalam lingkup
konstruksi atap, yakni rangka atap baja ringan, berfokus kepada cara pemasangan
rangka atap baja ringan.
Pada dasarnya, pemasangan rangka
atap baja ringan mempunyai macam persyaratan teknis dan langkah-langkah kerja
yang sistematis. Mengenai tekhnik memasang baja ringan adalah sebagai berikut :
Cara Pemasangan Rangka Atap Baja
Ringan
Berikut beberapa hal yang harus
anda perhatikan sebelum anda melaksanakan pemasangan rangka baja ringan.
- Untuk kuda-kuda yang terpasang harus kuat dan stabil, serta terpasang tegak lurus terhadap ring balok.
- Kerataan dalam ketinggian apex untuk pemasangan nok di setiap kuda kuda.
- Ratanya sisi miring pada atap.
- Coating atau lapisan tidak timbul kerusakan.
- Tidak terjadinya perubahan bentuk akibat kesalahan pelaksanaan pekerjaan.
- Sesudah syarat teknis tersebut terpenuhi, kemudian pemasangan kuda-kuda baja ringan baru dapat dilaksanakan.
Ada tiga tahap yang utama dalam cara
memasang baja ringan ini khususnya pada rangka atap, yaitu :
1. Persiapan.
Levelling dan marking
(penyamarataan dan penandaan).
Dan dibawah ini kami memberikan
penjelasan uraian diatas bagaimana cara pemasangan rangka baja ringan dari tiga
tahapan tersebut :
Persiapan
Pada tahapan yang pertama perlu
dipersiapkan adalah :
- Gambaran perencanaan atap yang akan di gunakan dan perletakan kuda kuda
- Perlengkapan peralatan yang digunakan dalam pemasangan kuda-kuda.
- Pentingnya Peralatan K3 (kesehatan & keselamatan kerja) sebagai persyaratan utama melakukan pekerjaan di atas ketinggian.
2. Leveling dan Marking
(Penyamarataan dan Penadaan)
Setelah persiapan sudah
terpenuhi, cara pemasangan rangka baja ringan selanjutnya adalah kegiatan
leveling dan marking, yaitu :
- Pastikan meratanya permukaan ring balok dan siku.
- Pastikan rangkaian ring balok telah terikat secara keseluruhan pada bagian bangunan. Dan sudah tersambung dengan benar pada kolom di bawahnya.
- Pengukuran jarak antar truss, lalu tandai posisi untuk meletakkan truss sesuai dengan gambar rencana kerja.
Sampailah kita pada tahap ketiga
yaitu pemasangan kuda kuda :
- Setelah kuda kuda terpasang sama dengan nomor urutan yang telah di tandai. pada waktu memasang, memastikan posisi kana dan kiri kuda-kuda agar tidak terbalik.
- Mengecek kuda-kuda yang sudah berdiri agar tegak lurus dengan ring balok.
- Untuk pengencangan kuda kuda menggunakan plat L.
- Untuk pengencangan plat L dengan ring balok menggunakan dynabolt, dan tambahkan balok untuk menjaga sebagai penopang sementara, supaya kuda-kuda tidak berubah posisinya.
- Pemasangan material balok nok.
- Pemasangan bracing sebagai penguatan.
- Pemasangan reng pada jarak yang telah di sesuaikan penutup atap yang digunakan. Di setiap pertemuan reng dengan kuda-kuda diikat memakai sekrup (screw) ukuran 10-16×16 sebanyak 2 buah.
- Pemasangan outrigger (Outrigger adalah suatu struktur tambahan berbentuk rangka batang berdimensi besar).
- Pemasangan reng langit-langit di permukaan bagian atas bottom chord kuda-kuda dan di sekrup (screw) berjarak masing masing 120 cm.
Pemasangan kuda-kuda baja ringan
di atas struktur pendukungnya (kolom atau ringbalk) harus dilaksanakan secara benar dan cermat, agar rangka
atap baja ringan terpasang sesuai dengan persyaratannya.
Persyaratan teknis rangka atap
baja ringan di antaranya adalah :
- Kuda-kuda terpasang kuat dan stabil, dilengkapi
- dengan angkur (dynabolt) pada kedua tumpuannya.
- Semua kuda-kuda tegak-lurus terhadap ringbalk.
- Ketinggian apex untuk pemasangan nok di atas setiap
- kuda-kuda rata
- Sisi miring atap rata (tidak bergelombang).
- Tidak ada kerusakan lapisan pelindung.
- Tidak terjadi deformasi (perubahan bentuk) akibat
- kesalahan pelaksanaan pekerjaan.
Pemasangan kuda-kuda baja ringan
di atas kedua tumpuannya dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu :
a. Dipasang langsung di atas
ringbalk.
b. Dipasang di atas ringbalk
dengan perantara wall-plate.
Penggunaan sistem tumpuan dengan
wall-plate sedapat
mungkin harus dihindari, karena
tumpuan dengan wall-plate hanya ditujukan untuk meratakan (leveling) ringbalk,
jika ringbalk tidak rata.
Penggunaan wall-plate akan
berakibat kedalaman dynabolt yang tertanam di dalam ringbalk menjadi berkurang.
Selain itu, juga terdapat ruang kosong di dalam wall-plate yang dapat
mengakibatkan perletakan kuda-kuda menjadi kurang stabil.
Pemasangankonstruksi rangka atap
baja ringan
Tumpuan dengan Wall-plate dan
Langsung ringbalk
Cara pasang baja ringan
Contoh sistem tumpuan Wall-Plate
Kuda-kuda ditumpuka pada boxed C75.100 , diikat dengan grip segitiga
Pemasangan kuda-kuda harus
mengikuti beberapa langkah kerja
sebagai berikut :
1. Persiapan kerja
- Menyiapkan gambar rencana atap dan perletakkan kuda- kuda, dan tidak diperkenankan menggunakan gambar draft sebagai panduan.
- Menyiapkan semua peralatan perlengkapan keselamatan dan kesehatan kerja, dan memperhatikan petunjuk tentang persyaratan melakukan pekerjaan di atas ketinggian (lihat bagian keselamatan kerja).
- Menyiapkan semua perlengkapan untuk pemasangan kuda-kuda, antara lain: bor dan hexagonal socket,meteran, selang air (waterpass), alat penyiku, mesin pemotong, gergaji besi, palu, dan sebagainya.
Langkah-langkah : Leveling dan
marking
Memastikan seluruh permukaan atas
ring balok dalam keadaan rata dan siku, dengan menggunakan selang air
(waterpass) dan penyiku sebagai alat bantu.
2. Memastikan bahwa rangkaian
ring balok telah mengikat semua bagian bangunan dan tersambung secara benar
(monolith) dengan kolom yang ada di bawahnya.
3. Memberi tanda posisi
perletakan kuda-kuda (truss), sesuai dengan gambar rencana atap.
4. Mengukur jarak antar kuda-kuda
Pengangkatan dan pemasangan
kuda-kuda
1. Mengangkat kuda-kuda secara
hati-hati, agar tidak meng akibatkan kerusakan pada rangkaian kuda-kuda yang telah
selesai dirakit .
2. Memastikan posisi kiri dan
kanan (L-R) kuda-kuda tidak terbalik. Sisi kanan dan kiri kuda-kuda dapat
ditentukan dengan acuan posisi saat pekerja melihat kuda-kuda, dengan mulut web
dapat dilihat oleh pekerja. Bagian di sebelah kiri pekerja disebut sisi kiri,
sedangkan yang berada di sebelah kanannya adalah sisi kanan.
3. Mengontrol posisi berdirinya
kuda-kuda agar tegak lurus
dengan ringbalok menggunakan
benang dan lot (unting-unting)
4. Mengencangkan kuda-kuda dengan
plat L (L bracket), dengan menggunakan 4 buah screw 12 – 14 x 20 HEX.
5. Mengencangkan plat L dengan
ring balok menggunakan dynabolt, dan menambahkan balok penopang sementara, agar
posisi kuda-kuda tidak berubah.
6. Mengulangi langkah ke-1 sampai
ke-6 untuk mendirikan semua kuda-kuda, sesuai dengan posisinya dalam gambar
kerja.
7. Memeriksa ulang jarak antar
kuda-kuda dari as ke as
(maksimum 1,2 meter).
8. Memeriksa kedataran (leveling)
semua puncak kuda-kuda
(Apex), dan memastikan garis nok
memiliki ketinggian yang
sama (datar)
9. Memasang balok nok.
10. Memasang bracing (pengikat)
sebagai perkuatan, jika bekerja beban angin. Bracing
dipasang di atas top-chord dan di
bawah reng.
11. Bila menggunakan aluminium
foil, lapisan ini dipasang terlebih dahulu di atas truss,
jurai dan rafter
12. Memasang reng (roof battens)
dengan jarak menyesuaikan jenis penutup atap yang digunakan. Setiap pertemuan
reng dengan kuda-kuda diikat memakai screw ukuran 10-16×16 sebanyak 2 (dua)
buah
13. Memasang outrigger (gording
tambahan setelah kuda-kuda terakhir yang menumpu ringbalk). Pada atap jenis
pelana, outrigger dapat dipasang sebagai overhang dengan panjang maksimal 120
cm dari kuda- kuda terluar, dan jarak antar outrigger 120 cm. outrigger harus
diletakkan dan di-screw dengan dua buah kuda-kuda yang terdekat.
14.Memasang ceilling battens
dengan jarak antar masing-masing ceilling battens adalah 120 cm. Komponen ini
dipasang pada permukaan bagian atas bottom chord kuda-kuda dan di-screw.
Untuk pertemuan ceilling battens
dengan ring balok di beri bantalan bracket yang diikat memakai 2 (dua) buah
dynabolt. Fungsi ceilling battens adalah untuk memperkuat ikatan antar
kuda-kuda. Jika diperlukan, sambungan memanjang ceilling battens sebaiknya
tepat diatas bottom chord.
Setiap sambungan harus overlap 40
cm, dan setiap pertemuan dengan bottom chord harus di-screw. Ceiling battens
selanjutnya dapat difungsikan
untuk menahan plafond dan penggantungny Pemasangan ceiling battens Sambungan
ceilling battens atau top span overlap sepanjang 40 cm dengan perkuatan 4 buah
screw
Pemasangan penutup atap
1. Memeriksa ulang pemasangan
kuda-kuda sesuai dengan nomor, kedataran nok maupun sisi atap, dan memastikan
support overhang terpasang dengan benar .
2. Bila menggunakan Aluminium
Foil, maka lapisan ini dipasang terlebih dahulu di atas jurai dan rafter,
3. Menentukan jarak reng sesuai
dengan jenis penutup atap yang digunakan, kemudian dilanjutkan dengan
pemasangan reng (roof battens)
dengan screw 10 – 16 x 16 HEX.
4. Memasang satu jalur penutup
terlebih dahulu dari bawah ke atas. Pemasangan penutup atap harus lurus dan
rapi
agar polanya menjadi rapi dan
tidak berbelok – belok
Inspeksi Akhir
Karat dapat disebabkan oleh
penempelan kotoran (serpihan- serpihan akibat proses pemotongan baja ringan)
atau penggunaan bahan logam lain pada struktur baja ringan, seperti:
pengikatan dengan kawat bendrat,
pemasangan sekrup yang tidak standar, atau karena goresan benda tajam.
Jika terjadi korosi pada suatu
logam yang menempel pada baja ringan, maka resiko penjalaran korosi sangat
besar
Oleh karena itu harus dilakukan
inspeksi akhir untuk memastikan tidak ada kotoran maupun logam-logam lain yang
masih menempel ataupun berada di sekitar struktur baja ringan.
Demikian sedikit ulasan kami
tentang bagaimana cara pemasangan rangka baja ringan untuk tekhnik dasar. Saran
dari kami, apabila anda ingin menggunakan atau memakai material konstruksi ini,
pilihlah tenaga ahli yang mengerti tekhnik dasar pemasangan rangka baja ringan.
Untuk informasi lebih lanjut dan
info harga pemasangan hubungi :
Tlp/Wa : 0856-9281-9898




Tidak ada komentar:
Posting Komentar